Berusaha dan Berdoa, Berdoa dan Berusaha

detik ini aku ingin  mengingatmu hanya dalam doa-doaku

dalam doa-doa yang tak lain "Semoga Allah membimbingmu untuk berusaha"

karena sampai detik inipun aku masih yakin, akan keberadaanmu di sana

(di akhir doaku)

… kepedihan ini bukan karenamu, tapi karena aku terlalu menyayangimu…

…hatiku tersayat bukan karenamu, tapi karena aku terlalu yakin akan sesuatu yang benar menurutku…

2 Responses to “Berusaha dan Berdoa, Berdoa dan Berusaha”

  1. vivien Says:

    prosa yang bagus, Ga coba nulis..:) walaupun pi2n ga’ ngerti apa isinya, smga Dwi dapat yg terbaik ya… amin:)

  2. HARRY Says:

    Tentara GAM. ya…
    he…he

Leave a Reply