Cuaca

Dscn0880i

Gambar di atas :

"Langit begitu gelap, angin berdesir mengencang,…. isyarat badai…

2 senyum artificial + 1 senyum original, 1 bola berebut bertiga…. tanda hati yang cerah…"

saat saya menyadari hidup tidak boleh dihentikan, dan harus bergerak melaju, saya sadari juga bahwa tiap kali terjadi hal di atas :

Badai bersanding dengan cerah…

Gelap bersanding terang benderang…

Ramai bersanding sepi…

……………….,

sebuah lagu dengan lirik menawan mengalun :

Dan aku mulai takut terbawa cinta menghirup rindu yang sesakkan dada
jalanku hampa dan kusentuh dia
terasa hangat oh didalam hati
kupegang erat dan kuhalangi waktu
tak urung jua kulihatnya pergi
tak pnah kuragu dan slalu kuingat
kerlingan matamu dan sentuhan hangat
ku saat itu mencari makna
tumbuhkan rasa yg sesakkan dada

*
kau datang dan pergi oh begitu saja
smua kutrima apa adanya
mata terpejam dan hati menggumam
di ruang rindu kita bertemu
*
bertemu

("Ruang Rindu" - Letto, from album Truth Cry and Lie)

2 Responses to “Cuaca”

  1. ' Abang ' Says:

    Hidup ternyata tak selamanya Badai bersanding dengan cerah … atau gelap bersanding terang benderang … bahkan ramai bersanding sepi … karena setiap persinggungan selalu ada ruang seberapa pun sempitnya.

    Dari badai menjadi cerah atau sebaliknya ada jedah perubahan. Dari gelap ke terang atau sebaliknya ada masa temaram peralihan. Dari Ramai ke sepi atau sebaliknya ada saat menurun volume suara.

    Sama seperti ruang rindu. Sebagai sisi pertemuan antara nyata dan kenyataan.

  2. dwibasukiwss Says:

    reply to Abang :

    Persinggungan adalah sebuah titik, titik dimana ada kesamaan dalam kuantitas terkecil. Perpotongan akan membuat persinggungan menjadi lapang karena banyaknya kesamaan, sedangkan keinginan beranjak pergi terjadi karena adanya ketidaksamaan sama sekali. Bersanding menjadikan sesuatu menjadi lengkap tanpa bersinggung bahkan memotong meskipun untuk mengatakannya lengkap diperlukan wadah yang lebih besar.

    (terinspirasi oleh teori Diagram Venn)

Leave a Reply